...
“Eh, Mi. ada yang nanyain kamu tadi.”
“Iiiihhh kakak!!! Kaget tauk.”
“ Emangnya siapa yang pagi-pagi gini nanyain aku kak? Kayanya
disekolah ini masih bisa dihitung pake jari deh yang udah datang.” Cerocos
Kimy. – Kimy senang memanggil orang yang tinggi dengan sebutan ‘kakak’,maklum
lah tubuhnya hanya 147 di usia 15 tahun ini –
“ Itu tuh. Anak kelas X-6 sebelah . Temen kakak waktu SMP dulu” jawab
Miftah santai
“He? Siapa? Mana aku kenal sama anak sebelah kak. Keluar kelas aja
jarang. Paling banter ya didepan kelas”.
“Ya ampuuun. Makanya main sekali-kali ke kelas lain kek. Jangan betelur
aja dikelas!”
Kimy memanyunkan bibir bawahnya. Cemberut manja.
“Haha. Jelek tau dek. Oh iya, dia kirim salam juga. Kayanya dia suka
deh sama kamu. Cieeee.” Miftah menggoda Kimy.
“Oh cowok toh. Kirain cewek,
hehe”
“Idih, ngapain cewek kirim salam sama cewek? Lesbi kaleee. Emang mau
dapat kirim salamnya dari cewek apa?”
“Iya juga sih. Jadi serem. Tapi kalo kirim salam persahabatan kan gak
apa sih kak. Jadi siapa yang kirim salam tadi kak?”. Kimy penasaran
“ Naufal. Si playboy kelas X.”
“Oh, jadi nama anak itu Naufal toh.”
Miftah dan Kimy pun larut dalam acara gossip pagi mereka itu. Meski mereka
tidak menjalin persahabatan dengan cara yang sah, namun Miftah dekat dengan
Kimy. Memang, Kimy termasuk gadis yang tidak dekat dengan satu atau dua orang
saja. Karena ia memang tidak pernah menyembunyikan hal apapun dari
teman-temannya. Meski masalah hati sekalipun.
Pelajaran pertama dimulai. Kimy tidak bisa berkonsentrasi dengan
pelajaran. Ia melamun memikirkan pacarnya. Rizky. Rizky adalah cinta
pertamanya. Mereka telah menjalin hubungan special sejak ia duduk di bangku
kelas VIII – tepatnya SMP kelas 2 semester dua - . Waktu itu Kimy gak percaya
kalau Rizky yang terkenal pendiam itu ternyata naksir padanya. Kimy yang juga
merasakan hal yang sama pun tak menolak ajakan Rizky untuk merajut hubungan
yang naik level dari teman sekelas menjadi ‘pacaran’. Merekapun memulai
lembaran baru tepat di ulangtahun ke-13 Kimy. 27 Oktober 2009 menjadi saksi
bisu menyatunya dua hati remaja itu.
“My, kok melamun? Pasti mikirin Rizky ya?”
Apri menyadarkan Kimy dari lamunannya.
“Hmm.. iya nih Ri. Dia lagi apa ya disekolah barunya? Apa dia mikirin
aku juga? Berat rasanya 3 tahun sekelas, trus harus pisah dari dia krna gak
satu sekolah lagi. Dia nakal gak ya disana?” keluh Kimy
“Udahlah My, jangan dipikirin terus. Ntar jadi stress loh. Kamu kan
pernah bilang, kalau Rizky itu S-E-T-I-A alias setia.”
Memang, Rizky beda dengan cowok umur 13
tahun lainnya. Disaat cowok seusianya main-main dalam sebuah hubungan, tapi
tidak dengan Rizky. Sesetia-setianya seseorang tentu ada kebiasaan suka ngelirik
kanan-kiri melihat ciptaan Tuhan lain yang lebih perfect. Tapi dia BEDA. So
different. Kalian harus kenal dia deh. Keren kan?
“OKE, Ri. Tenang aja, aku gak akan mikirin dia dulu sampe pelajaran
usai. Maaf ya Rizky-ku, aku harus pending kamu dari otak aku. Berkorban sedikit
ya demi masa depanku. Hehe.”
“Siiippp.. gitu dong, My.”
…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar